Jakarta - Whatsapp baru-baru ini mengirim strategi dan persyaratan privasi terbaru. Haruskah pengguna menyetujuinya?
WhatsApp mengkonfirmasi masalah pengguna yang tidak dapat terus menggunakan WhatsApp jika mereka tidak menghasilkan kebijakan.
Tetapi akunnya akan selalu aktif sehingga pengguna dapat memilih untuk menyetujui pembaruan ini nanti.
Opsi penolakan penolakan (opt-out) pada kebijakan aplikasi hanya diusulkan satu kali, dan telah diberikan pada 2016. Sejak itu, WhatsApp tidak lagi menyediakan fungsi pilihan dalam penerapannya.
"Namun, kami akan selalu terus bergabung dengan opsi penonaktifan pengguna yang memilihnya mulai 2016, bahkan jika mereka sekarang menyetujui pembaruan baru kebijakan. Pengguna dapat melihat status berhenti berlangganan mereka dalam fungsi "Unduh data Anda", kata WhatsApp, Sabtu (21/1).
Sorotan baru yang penuh sesak ditautkan dengan penggunaan data pengguna yang didistribusikan di Facebook. Perusahaan mengatakan bahwa sejak 2016, WhatsApp telah mendistribusikan sejumlah data terbatas dengan Facebook di bidang backend, terutama untuk kebutuhan infrastruktur.
"Tidak ada perubahan baru dalam pembaruan kebijakan ini," kata WhatsApp.
Pembaruan kebijakan privasi ini berfokus pada perpesanan bisnis WhatsApp, yang sekarang dapat menggunakan infrastruktur hosting Facebook untuk percakapan WhatsApp.
Artinya, percakapan yang terjadi di akun profesional akan disimpan di server Facebook. Namun, pengguna selalu memiliki kebebasan untuk memilih, bahwa mereka ingin berinteraksi dengan akun bisnis atau tidak.
WhatsApp menekankan bahwa kebijakan ini tidak mempengaruhi percakapan pribadi dan pribadi di luar konteks bisnis.
Semua percakapan ini akan selalu dienkripsi dari ujung ke ujung. WhatsApp dan Facebook tidak dapat mengaksesnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar